Cari Blog Ini

Minggu, 02 Mei 2010

Dari kami, Biro Bisnis dan Kemitraan BEM KM IPB

Yth. Presiden BEM Keluarga mahasiswa

Institut Pertanian Bogor

Kami menyadari bahwasanya manusia yang paling baik adalah manusia yang mampu memberikan manfaat paling banyak kepada manusia yang lainnya.

Kami menyadari bahwasanya ketika kami bergabung dalam BEM KM IPB maka secara moral kami dituntut untuk bisa bermanfaat untuk ribuan mahasiswa IPB. Layaknya sebuah lampu ketika lampu itu ada di posisi/tempat yang tinggi maka ia akan menerangi lebih luas, berbeda dengan lampu yang sama pada tempat yang lebih rendah.

Kami pun menyadari bahwasanya di dalam Biro Bisnis dan Kemitraan ini terdapat potensi-potensi, pun kekuatan untuk mengumpulkan potensi-potensi yang beragam, khususnya dalam diri para wirausaha muda mahasiswa IPB, untuk menjadi sebuah sumber kekuatan kolektif dalam mewujudkan lulusan IPB yang mandiri dan bermanfaat.

Sehingga kami merasa tidak cukup ketika Biro Bisnis dan Kemitraan ditempatkan hanya sebagai supporting system dari BEM KM IPB untuk mendapatkan tambahan dana operaional secara mandiri dan kemitraan yang banyak berkelanjutan.

Semoga ini bukan suatu kesombongan karena kami mengerti bahwasanya agama ini melarang umatnya untuk bersikap sombong, karena kesombongan mirip dengan api yang identik dengan iblis. “Sombong” dalam ajaran Islam masuk kategori “syirik”, yang meskipun kecil syirik tetap dosa besar, dan manusia yang sombong tempatnya adalah neraka jahanam dikemudian hari.

Semoga ini bukan suatu kesombongan melainkan murni panggilan hati. Hati kami teriris ketika menyaksikan kondisi bangsa ini yang masih terpuruk, kami pun merasa miris ketika melihat banyaknya intelektual-intelektual muda kita yang sangat sulit mendapatkan pekerjaan akhir-akhir ini, ketika semakin tingginya angka pengangguran di negeri ini.

Sementara kami tahu bahwasanya kemajuan suatu negara berbanding lurus dengan jumlah pengusaha yang ada di negara tersebut. Parameter internasional menyebutkan sebuah negara ekonominya berkembang jika minimal 2% penduduknya adalah seorang entrepreneur. Jumlah entrepreneur di Singapura sekitar 7,2%, Amerika sekitar 2,14%, Malaysia 4%, dan Thailand sekitar 5%. Oleh karena itu negara-negara tersebut sudah maju terlebih dulu lantaran jumlah pengusahanya cukup signifikan untuk mengembangkan ekionomi negara maju tersebut. Indonesia sendiri, dari 220 juta jiwa penduduknya, hanya memiliki sekitar 400.000 pelaku usaha mandiri atau sekitar 0,18% entrepreneur dari total jumlah penduduknya.

Kami memahami bahwasanya tidak mudah membentuk pengusaha yang berkarakter, entrepreneur berkarakter leader, sesuai harapan kami, sesuai kebutuhan bangsa ini. Karena entrepreneur sejati bukan sekedar dilahirkan, pun tidak diciptakan hanya dalam satu hari satu malam dalam megahnya sebuah ruang pelatihan atau seminar-seminar. Butuh proses dan perjuangan yang nyata di dalamnya. Sebuah proses panjang yang membutuhkan kondisi, presistensi, konsistensi, dan irama perubahan yang konstan untuk mencapai sebuah “long lasting change”. Sebuah proses panjang yang dibangun secara terencana, bertahap, dan berkelanjutan.

Oleh karena semua itu, kami menginisiasi bahwasanya Entrepreneurship Development Unit (EDU) penting sebagai program pendidikan dan pengembangan kewirausahaan sekaligus sebagai badan yang melakukan pembinaan terpadu terhadap wirausaha muda mahasiswa Institut Pertanian Bogor.

Kami meyakini bahwasanya jumlah wirausaha muda mahasiswa yang ada di IPB cukup banyak/signifikan dan dapat menjadi sumber kekuatan kolektif dalam menjadikan IPB sebagai kampus berkarakter kewirausahaan. Hal ini akan terwujud jika potensi-potensi yang ada di dalamnya bisa disatukan, sedini mungkin, tidak berjalan sendiri serta saling mengisi dan menguatkan satu sama lain.

Tidak ada komentar: