Cari Blog Ini

Selasa, 25 Mei 2010

EDU Leadership Training 4 Young Entrepreneurs

“Kami memahami bahwasanya tidak mudah membentuk pengusaha yang berkarakter, entrepreneur berkarakter leader, sesuai harapan kami, sesuai kebutuhan bangsa ini. Karena entrepreneur sejati bukan sekedar dilahirkan, pun tidak diciptakan hanya dalam satu hari satu malam dalam megahnya sebuah ruang pelatihan atau seminar-seminar. Butuh proses dan perjuangan yang nyata di dalamnya. Sebuah proses panjang yang membutuhkan kondisi, presistensi, konsistensi, dan irama perubahan yang konstan untuk mencapai sebuah ‘long lasting change’. Sebuah proses panjang yang dibangun secara terencana, bertahap, dan berkelanjutan”

Sepotong paragraf bagian dari idealisme kami dalam menggerakkan Entrepreneurship Development Unit (EDU). Masih awal dari sebuah proses panjang dalam mengangkat dan menghidupkan potensi kewirausahaan mahasiswa menuju Indonesia yang sukses dan mandiri, Minggu 23 Mei 2009, sekitar 20 wirausaha mahasiswa atau yang kami sebut sebagai STUDENTpreneurs Institut Pertanian Bogor terangkum secara eksklusif dalam ruang sidang LPPM-Gd. Andi Hakim Nasution, pada agenda EDU hari itu : Leadership Training 4 Young Entrepreneurs, “Membentuk Generasi Entrepreneur Berkarakter Leader Menuju (Reinkarnasi) Kebangkitan Nasional Indonesia ”.
Tokoh yang menjadi sumber inspirasi dalam agenda tersebut adalah Julian Noor, drh (Owner Waroeng Taman; Trainer motivasi SK3-Siapa kita, kemana kita?). Penanaman nilai-nilai kepemimpinan(baca: leadership on business), disampaikan berdasarkan pengalaman serta hal-hal nyata yang aplikatif sehingga mudah dicerna sebagai sebuah pembelajaran yang bermanfaat. Kepemimpinan Julian Noor khususnya dalam pengembangan Waroeng Taman yang kini telah memasuki tahunnya yang ke 9, tentu dengan dinamika yang ada di dalamnya, menjadi sebuah cerita inspiratif yang menurut peserta “Sangat menginspirasi!”.
Inspirational moment tersebut tidak mungkin kami tuangkan semuanya dalam tulisan ini. Tapi ada beberapa poin yang semoga dapat menjadi pembelajaran bagi kita. Yang pertama adalah prinsip-prinsip bisnis menurut Julian Noor; (1) 3N+1 atau Niru, Niteni, Nambahi,+Nyalip;(2)Konsisten;(3)Harus Berbeda;(4)Keramahan Ekstra;(5)Pilihan Segmentasi Pasar;(6)Minimize Cost; dan(7)Perbaikan Setiap Saat. Kemudian dipaparkan juga beberapa hambatan dan tantangan dalam menjalankan bisnis, antara lain faktor orang (SDM/Karyawan), faktor organisasi, konsistensi prosedur, sistem pengawasan, kreativitas dan inovasi, serta pengembangan dan atau diversivikasi bisnis. Julian Noor juga menggarisbawahi pribadi seorang pemimpin minimal harus memiliki enam karakter dasar, yaitu visioner, dapat menjadi contoh, tegas, mau belajar, arif dan bijak, serta tidak mudah berpuas diri. Pemimpin merupakan instrumen utama yang dimiliki oleh suatu organisasi atau unit usaha untuk menyampaikan impiannya, menunjukkan ke arah keberhasilan mereka, dan membantu orang agar bisa bekerja sama secara efektif untuk menciptakan masa depan yang lebih cerah. Oleh karena itu, bagi seorang pemimpin bisnis Indonesia masa depan sejati, membuat bukti adalah persyaratan, bukan sekedar visi atau tujuan. Artinya, pemimpin bisnis Indonesia di masa depan harus dapat membuktikan terciptanya keunggulan bisnis sekaligus bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Kembali pada kutipan paragraf yang mengawali tulisan ini, inilah bagian komitmen Entrepreneurship Development Unit dalam menyatukan mozaik-mozaik potensial wirausaha mahasiswa menjadi sumber kekuatan kolektif guna mengangkat dan menghidupkan potensi kewirausahaan mahasiswa menuju kampus berkarakter kewirausahaan IPB mandiri. Sehingga lebih banyak dalam menyumbangkan aset-aset emas sumber daya manusia, khususnya para entrepreneur berkarakter leader yang akan bergerak memperjuangkan nasib rakyat sekaligus peduli terhadap kemajuan ekonomi masyarakat.

Hidup mahasiswa, hidup rakyat Indonesia!!!

Arief Ervana, M (Direktur Entrepreneurship Development Unit)

Tidak ada komentar: